Selasa, 09 Agustus 2011

Pengembangan Diri


Pernahkan terlintas dibenak Anda mengapa beberapa orang tertentu seperti dilahirkan sebagai winners? Orang-orang seperti ini biasanya dengan mudah meraih prestasi dan memiliki karir sukses.

Apa sesungguhnya yang membuat orang-orang ini berhasil, sementara yang lain jatuh gagal?

Sebetulnya tidak ada yang aneh dalam hal ini. Orang-orang ini memiliki kemampuan mengelola potensi yang ada dalam dirinya dan mengambil alih kendali hidup yang diarahkan untuk pencapaian sebuah tujuan. Dalam kata lain, mereka menguasai
 personal power.

Kita semua memiliki kekuatan dalam diri kita yang tinggal menunggu perintah untuk dijalankan. Kekuatan ini berupa pikiran yang kita miliki, kata-kata yang diucapkan, dan tindakan yang kita ambil.

Personal power adalah kemampuan mengelola pikiran, ucapan, dan tindakan yang membawa kebaikan bagi diri kita dan orang-orang sekitar.

Personal power tidak bergantung pada latar belakang pendidikan atau posisi yang Anda pegang. Melainkan pada kesadaran untuk mengamati pikiran yang ada di kepala Anda. Kata-kata yang diucapkan pun mewakili betul apa yang Anda yakini. Kemudian perilaku Anda mencerminkan apa yang Anda percaya sebagai kebaikan bagi diri dan sesama.

Keselarasan antara pikiran, ucapan dan tindakan ini menjadi kunci dalam pengelolaan personal power.

Jika Anda menganggap diri Anda sebagai pribadi yang kuat. Saat Anda berbicara dengan orang lain ucapan Anda akan terdengar penuh kepercayaan diri. Dan tentunya sikap yang Anda tampilkan sekarang berbeda. Anda menjadi lebih aktif dan berani mengambil keputusan.

Pikiran Anda adalah aset luar biasa yang Anda miliki sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Apa yang Anda pikirkan menentukan arah hidup yang Anda tuju. Saat Anda memiliki kemauan untuk meraih sebuah tujuan, Anda jaga kemauan ini dengan pikiran yang sejalan dengan cita-cita Anda.

Rabu, 03 Agustus 2011

propos BUBAR


NO     :001/DISSOSPOL/INT/B/BEM FISIP_UNRI/VIII/2011               Pekanbaru, 1 Agustus 2011
Lamp : 1 Berkas Proposal
Hal     :Proposal  Permohonan Bantuan Dana
Kepada Yth;
                        Pembantu Dekan III Fisip-Unri
Di                ;
                         Tempat

Assalamualaikum Wr.Wb.

Teriring salam dan doa semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas sehari- hari.Amin
Sehubungan dengan akan dilaksanakannya  acara Buka Puasa bersama seluruh civitas akademika FISIP-UNRI, yang ditaja oleh  Badan eksekutif Mahasiswa(BEM) FISIP  Universitas Riau dengan rangkaian acara yang telah terlampir dalam proposal .Maka kami selaku pelaksana memohon kerja sama kepada bapak.Adapun kegiatan ini  InsyaAllah akan diadakan pada :
Hari/tanggal     :Senin, 08 Agustus 2011
Pukul               :18.00 WIB s/d selesai
Tempat                        :Auditorium FISIP UNRI
Demikianlah surat permohonan ini kami sampaikan, besar harapan kami Bapak bersedia untuk bekerja sama. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.


Walman Ambarita                                                                                                   Adriyus
  Sekdis SOSPOL                                                                                          Gubernur BEM FISIP

I.                   Latar Belakang Kegiatan
Puasa wajib ramadhan adalah puasa dengan hukum wajib 'ain yang harus dilakukan oleh setiap orang islam beriman di bulan ramadan yang telah dewasa (akil balig), waras, mampu, merdeka dan tidak dalam safar sesuai dengan perintah langsung dari Allah SWT dalam firmanNya di dalam Kita Suci Al-Qur'an.
Puasa merupakan ibadah wajib yang ada dalam rukun islam dengan menahan lapar dan haus serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar di timur hingga terbenam matahari di barat. Orang yang melanggar aturan puasa akan batal puasanya dan wajib mengganti puasanya dengan hari lain di luar Ramadhan.
Ifthar atau buka puasa merupakan hal yang paling ditunggu oleh setiap insan yang tengah menjalankan puasa, setelah diharamkan untuk makan dan minum serta hal hal lainnya selama seharian, akhirnya larangan itu pun gugur seiring berkumandangnya Adzan Maghrib pertanda saat  berbuka. Suasana kegembiraan dan kemenangan karna berhasil melewati satu hari puasa dibulan Ramadhan akan lebih terasa jika dirayakan bersama-sama.
Berbuka dengan keluarga memang wajib, tetapi berbuka ditempat dimana kita bekerja sehari-hari juga akan menjadi satu hal yang sangat istimewa. Dengan berbuka puasa bersama di kampus, akan banyak hal positif yang akan kita dapatkan selain akan mempererat rasa kekeluargaan diantara semua civitas akademika FISIP, juga akan semakin menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki  terhadap FISIP. Dengan berbuka bersama ini juga diharapkan akan timbul semangat baru dalam bekerja, semangat yang tinggi oleh dosen dalam perkuliahan, semangat yang tinggi para pegawai dalam pelayanan administrasi mahasiswa dan pastinya semangat yang baru bagi mahasiswa dalam menjalankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya ditengah tengah kampus, masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.







II.                Nama  Kegiatan

BUBAR (Buka Bersama)

III.             Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu       : Senin, 08 Agustus  2011

Tempat      : Auditorium FISIP UNRI

IV.            Tema Kegiatan

Bersama untuk semangat baru FISIP

V.               Esensi acara

Acara Buka puasa bersama ini berbentuk silaturahmi yang akan diikuti oleh seluruh civitas akademika FISIP UNRI. Kegiatn ini dimaksudkan  untuk menciptakan rasa kekeluargaan dan kebersamaan seluruh civitas akademika FISIP UNRI.

VI.            Tujuan Kegiatan

a.          Meningkatkan Iman dan Taqwa terhadap ALLAH SWT
b.         Meningkatkan Keakraban dan kekeluargaan antara mahasiswa dengan dosen maupun pegawai
c.          Menjauhkan sifat apatis dari mahasiswa FISIP UNRI
d.         Menciptakan suasana kampus FISIP UNRI yang harmonis.

VII.         Peserta Kegiatan

a.       Individu/kelompok se-lingkungan FISIP
b.      HMJ dan LSO se-lingkungan FISIP
c.       Dosen dan pegawai FISIP




VIII.      Bentuk Kegiatan
                  
Ramah tamah yang akan dibuka dengan kata sambutan dari Gubernur Mahasiswa FISIP, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dekan FISIP  serta siraman rohani yang akan diberikan oleh pemuka agama.

IX.            Susunan kepanitiaan
(Terlampir)
X.               Tentatif Acara
(Terlampir)
XI.            Anggaran Kegiatan
(Terlampir)
XII.         Penutup
Demikian usulan ini kami buat dengan harapan dapat memberi kejelasan kepada semua pihak yang berkontribusi dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Kelancaran dan keberhasilan sangat tergantung kepada kesungguhan segala pihak. Atas dukungan dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal ibadah. AMIN.

                                                            Mengetahui,
                                               Badan Eksekutif Mahasiswa
                                                          FISIP UNRI


Walman Ambarita                                                                                             Adriyus
  Sekdissospol                                                                                            Gubernur Mahasiswa


Lampiran I
Susunan Kepanitiaan
Panitia inti akan langsung dilaksanakan oleh BEM FISIP UNRI DINAS SOSIAL dan POLITIK, kemudian akan dibantu oleh masing masing dua orang utusan dari HMJ.

Lampiran II
Tentatif Acara
18.00 - 18.30   : Pembukaan dan sambutan dari Dekan dan Gubernur Mahasiswa serta   Siraman Rohani
18.30 - 19.00   : Berbuka dan Shalat Magrib
19.00 - 19.45   : Makan bersama
20.00 - selesai  : Closing

Lampiran III
Anggaran kegiatan
Uraian                         Volume                                   Satuan                                     Jumlah
Snack                          150 orang x 1 bks                      5.000                         750.000,00
Makan Malam             150 org x 1 bks                       15.000                      2.250.000,00
Buah                            150 org                                      5.000                         750.000,00
Air Mineral                  7 dus                                       20.000                         140.000,00
Biaya Pengkotbah                                                                                           200.000,00
Total                                                                                                            4.090.000,00

Total dana yang dibutuhkan dalam pengadaan kegiatan ini  secara keseluruhan adalah:
                                                  
Rp. 4.090.000,00

Terbilang “Empat Juta Sembilan  Puluh Ribu Rupiah”

Biaya tidak terduga
10% dari  Total biaya              Rp .409.000,00

Total kesuluruhan adalah:       Rp. 4.499.000,00

Rabu, 20 Juli 2011

Kepemimpinan


                                   
                                     MAKALAH
                              KEPEMIMPINAN

Diajukan untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Kepemimpinan




disusun oleh:
WALMAN AMBARITA
0901113498

JURUSAN ILMU ILMU ADMINISTRASI NIAGA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
   PEKAN BARU
2009

 

 

I.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
I.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :

v Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin?
v Adakah teori – teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
v Apa & bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
v Apa & bagaimana menjadi pemimpin sejati?
v Bagaimana hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan?
I.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah
· Melatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
· Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan dan kearifan lokal.
I.4 METODE PENULISAN
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data – data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis ini.
I.5 RUANG LINGKUP
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai kepemimpinan dan kearifan lokal

.BAB II
PEMBAHASAN
II.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :
· Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
· Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
· Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.


· Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.
· Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
· Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
v Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
v Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
v Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku

pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
- Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
- Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
II.2 TEORI KEPEMIMPINAN

Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
Ø Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
o Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
o Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Ø Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.


o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
Ø Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Ø Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

Manajemen Perubahan Organisasi


MAKALAH
PERUBAHAN ORGANISASI

Diajukan untuk Memenuhi
Tugas Organisasi dan Manajemen Bisnis





disusun oleh:
WALMAN AMBARITA
0901113498



JURUSAN ILMU ILMU ADMINISTRASI NIAGA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
                                                PEKAN BARU
2009

BAB I
PENDAHULUAN
            Perubahan organisasi ini merupakan salah satu kunci dalam mencapai pengembangan organisasi. Organisasi terus berubah karena ia adalah sistem terbuka yang selalu berinteraksi dengan dengan lingkungannya. Perubahan yang direncanakan membutuhkan perhatian yang eksplisit terhadap masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan, dan perubahan ini juga terbantu oleh beberapa pengalaman yang didapatkan oleh suatu organisasi. Berikut saya akan memberikan contoh kasus sebuah perusahaan dalam masalah perubahan organisasinya.
“ Pada tahun 1990, McDonald’s menyadari posisinya berada ditengah-tengah perdebatan yang membahas tetntang kemasan makanan yang dipakainya. Inti dari perdebatan itu adalah kemasan model “kulit kerang” dari polystyrene (Styrofoam) yang terkenal untuk membungkus hamburger dan produk makanan lain. Penentang yang menentang tentang kemasan ini mengatakan bahwa kemasan ini tidak ramah lingkungan dan ada metode yang lebih hijau yang tersedia. Ini bukan kritikan yang pertama yang diangkat terhadap kemasan model kerang. Sebelumnya, McDonald’s pernah menentang tuntutan masyarakat pada akhir tahun 1980-an karena anggapan bahwa pemakain kemasan model kerang dengan kandungan chloroflurocarbon (CFC) yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rusaknya lapaisan ozon di stratosfer. Nasib dari kemasan model kerang awalnya diragukan, tapi pada tanggal 5 Agustus 1987, McDonald’s mengumumkan bahwa mereka tetap memakai kemasan model kerang karena pemasoknya telah beralih dengan tidak menggunakan CFC dalam proses produksinya.
            Walaupun ada perubahan ini, ketika kesadaran lingkungan makin tinggi pada tahun 1988 dan 1990, kemasan model ulang diteliti kembali oleh masyarakat. Yang menyebabkan perhatian khusus adalah kecepatan pembuangan sampah terisi; diantisipasi bahwa pada tahun 1995, ruang yang tersedia untuk tempat pembuangan sampah berkurang 80% dari yang tersedia pada tahun 1980. Pembakaran sampah pernah dipikirkan sebagai alternative yang memadai, juga terbukti menimbulkan masalah dalam hal mutu udara dan pembuangan abu.

Alternatif lain yang dijajaki Environmental Protection Agency (EPA) dan beberapa pemerintah negara bagian mengembangkan sebuah hierarki manajemen sampah yang menempatkan pembakran sampah dan pembuangan sampah sebagai alternative terakhir. Pilihan yang lebih disenangi termasuk mengurangi, menggunakan ulang, dan daur ulang, dengan urutan seperti itu.
Menurut revisi yang dilakukan oleh perancang kemasan Gerstman & Meyers, 60% responden percaya bahwa kemasan plastic merupakan sumber yang paling menyebabkan masalah yang paling sulit dalam pembuangan sampah padat. Memikirkan jumlah polystyrene yang digunakan oleh perusahaan- kira-kira 40 juta kilogram setiap tahun untuk membungkus Big Mac, Quarter Founder, Egg McMuffin, pancake untuk sarapan, sandwich McChiken, dan Chicken McNuggert- McDonald’s dengan penjualan pada tahun 1990 lebih dari $ 18 milliar, menjadi target yang mudah bagi kemarahan kaum peencinta lingkungan. Akhirnya kemasan model kerang McDonald’s menjadi korban dari kesadaran lingkungan yang semakin tumbuh dari masyarakat Amerika.
Ironisnya adalah persepsi yang menganggap bahwa kemasan pembungkus makanan adalah yang paling banyak dari berat sampah kota adalah salah, karena hanya 8% dari sampah total di kota yang merupakan kemasan. Walaupun begitu, dengan citra keemasan McDonald’s yang telah dicapai melalui perjuangan demikian keras, seringkali lewat derma yang berkaitan dengan anak-anak. Dimana meereka telah mengeluarkan uang jutaan dolar untuk membiayai atau mendukung usaha yang menunjukkan mereka perduli pada masalah kesehatan, yaitu Ronald McDonald Houses yang menawarkan tempat penginapan didekat rumah sakit untuk keluarga yang anak-anaknya dirawat karena kanker. Disamping itu McDonald’s juga menjadi sponsor World’s Largest Concert, bernyanyi bersama seluruh dunia pada tahun 1989 yang diudarakan di PBS dan edisi khusus bulan Mei 1990 dari life magazine tentang masalah kuhsus anak-anak.
Karena McDonald’s berkepentingan mempertahankan citranya dalam masyarakat, tuntutan terhadap model kemasan kulit kerang, terbukti atau tidak harus didengar dan dijawab.
Pada awalnya, McDonald’s memberikan tanggapan atas desakan public dengan mendorong upaya daur ulang polystyrene. Pada bulan oktober 1989, McDonald’s memperkenalkan sebuah rencana di 450 buah restoran yang ada di New England untuk mendaur ulang plastic polystyrene dan sampah karton bergelombang. McDonald’s memperlengkapi restoran dengan tempat sampah khusus untuk daur ulang. Mcdonald’s membuat pamphlet dan poster yang isinya tentang alasan dalam mendaur ulang.
Walaupun hasil penelitian ini masih beraneka ragam, namun McDonald’s memperluasnya pada tahun 1990 dengan beberapa kota yang diluar New Englland. Kemudian pada bulan April, McDonald’s mengumumkan McRecycle, komitmen perusahaan untuk membeli material hasil daur ulang sebesar $100 juta untuk konstruksi restoran, mengubah modelnya, dan operasi. Ed Rensi, ketua operasional dan presiden McDonald’s USA, meyakinkan, “Kami menantang para pemasok untuk menyediakan produk hasil daur ulang ini pada kami”.
McDonald’s segan mengganti kemasan model kulit kerang kecuali jika benar-benar perlu. Sebagai tambahan dari usaha daur ulang, McDonald’s setuju untuk bekerja sama dengan Environmental Defense Fund (EDF), sebuah kelompok pembela nirlaba, untuk mendirikan gabungan strategis. Kelompok gabungan ini mendapat tugas menghasilkan sebuah kerangka kerja, pendekatan sistematik, dan dasar ilmiah yang kuat untuk keputusan sampah padat McDonald’s. Gugus tugas tersebut memiliki program yang terdiri dari 42 inisiatif untuk mengurangi sampah McDonald’s dan melunakkan dampak dari kebiasaannya. Salah satu hasil, misalnya, adalah McDonald’s beralih untuk memakai kantong kertas hasil dari daur ulang. Hasil lain adalah, akhirnya kemasan model kulit kerang dihentikan. Kemasan itu telah berfungsi sebagai alat kemasan yang berguna, dengan alasan estetik dan fungsional, tetapi hal itu menjadi titik focus yang diserang oleh pencinta lingkungan. Semua hal diperhatikan, McDonald’s memutuskan untuk menghentikan penggunaa kemasan sandwich dari foam di semua cabang McDonald’s di AS dalam 60 hari.
Jadi memang kemasan yang dulu digunakan sudah diganti dengan kemasan kertas walaupun kemasan yang sekarang tidak bisa didaur ulang namun itu lebih baik daripada kemasan yang lama”. Itu adalah contoh kasus bagaimana McDonald’s melakukan perubahan dalam organisasinya yang disebabkan oleh beberapa hal yang mendesak dan dilihat dari segi pengaruhnya pada saat itu. Di bab selanjutnya saya akan menganalisis kasus yang ada pada McDonald’s ini.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (CHANGE AND ORGANIZATION DEVELOPMENT )

A.     PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
Manajer senantiasa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya. Sedangkan perubahan dari faktor seperti tujuan, kebijakan manajer, sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi. Setiap organisasi penting mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Pandangan yang realistis mengenai perubahan organisasi mengakui bahwa stabilitas dan penyesuaian diri itu esensil untuk kelangsungan hidup (survival) dan pertumbuhan. Oleh karena itu perlu kesadaran untuk mempelajari bagaiamana menyusun, menyesuaikan diri dan mengubah organisasi dengan cara yang lebih cocok dengan aspirasi manusia. Bagaiamana mengatur dan mengkoordinasikan manusia dalam menentukan perubahan yang akan dilakukan.
Pada umumnya, perubahan dalam organisasi maupun dalam diri individu tidak segera tampak oleh mereka yang berinteraksi dengan mereka sehari-hari. Organisasi akan tampak lebih stabil oleh para pesertanya daripada oleh klien atau pengamat yang hanya berinteraksi sekali-kali dengannya. Serangkaian perubahan-perubahan kecil dapat menjadi perbedaan besar dalam jangka waktu yang lama. Dalam perubahan organisasi ini sangat diperlukan keseimbangan dinamis dengan cara pihak manajemen meneliti atau mendiagnosa keadaan yang paling cocok untuk mengatasi keadaan yang terjadi.

Adapun hal-hal yang tercakup dalam keseimbangan dinamis ini adalah :

1.      Cukup stabilitas untuk memudahkan tercapainya sasaran-sasaran sekarang
2.      Cukup kontinuitas untuk menjamin perubahan yang tertib, baik tujuan maupun alat-alatnya
3.      Cukup daya beradaptasi untuk menanggapi dengan tepat permintaan eksternal dan kesempatan, disamping perubahan keadaan internal\
4.      Cukup daya pembaharuan (innovativeness) untuk memungkinkan organisasi menggerakkan perubahan jika keadaan memerlukan

Para pengelola organisasi ditantang untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan, karena perubahan bersifat mendadak (krisis) dan lebih sering dilakukan, misal kegiatan merger, akusisi, pengambilalihan secara paksa, deregulasi, teknologi baru, sentralisasi dan desentralisasi. Dalam ilmu manajemen maupun dalam praktek bisnis, kata change merupakan kata yang luar biasa dan dianggap merupakan sesuatu yang paling abadi didunia ini. Kadang kita tidak menyukai change karena dapat menghancurkan sesuatu yang sudah bertahun-tahun berjalan dengan normal.

Ada beberapa karakteristik change yang diuraikan sebagai berikut, Kasali (2005):

a.       Change begitu misterius, tidak mudah dipegang. Bahkan yang sudah dipegang pun bisa pergi ketempat lain dan dapat memukul balik seakan tidak kenal budi. Soekarno, Soeharto, dan Abdulrrahman Wahid berkuasa karena change, tapi juga diturunkan karena change.

b.      Change memerlukan change maker. Rata-rata pemimpin yang menciptakan perubahan tidak bekerja sendiri, tetapi ia punya keberanian luar biasa.

c.       Tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan. Sebagian besar orang malah hanya melihat memakai mata persepsi. Hanya mampu melihat realitas, tanpa kemampuan melihat masa depan.

d.      Perubahan terjadi setiap saat, karena itu perubahan harus diciptakan setiap saat pula, bukan sekali-sekali. Setiap satu perubahan kecil dilakukan seseorang maka akan terjadi pula perubahan-perubahan lainnya.

e.       Ada sisi keras dan sisi lembut dari perubahan.Sisi keras termasuk uang dan teknologi, sedangkan sisi lembut menyangkut manusia dan organisasi.

f.        Perubahan membutuhkan waktu, biaya, dan kekuatan. Untuk berhasil mengatasi perubahan diperlukan kematangan berpikir, kepribadian yang teguh, konsep yang jelas dan sistematis, dilakukan secara bertahap, dan dukungan yang luas.

g.       Dibutuhkan upaya-upaya khusus untuk menyentuh nilai-nilai dasar organisasi (budaya korporat).
h.       Perubahan banyak diwarnai oleh mitos-mitos. Seperti pasien yang sakit, perubahan berarti menelan pil pahit, atau bahkan amputasi yang artinya perlu pengorbanan
i.         Perubahan menimbulkan ekspektasi, dan karenanya ekpektasi dapat menimbulkan getaran-getaran emosi dan harapan-harapan yang bisa menimbulkan kekecewaan.

Untuk melakukan perubahan dalam organisasi, perlu dilakukan dalam bentuk proses yang berurutan sebagai berikut:
a.       Penelitian pasar internal dan ekternal untuk perubahan;
b.      Antisipasi perlawanan;
c.       Mengembangkan visi yang terbagi;
d.      Mobilisasi kesempatan;
e.       Menyiapkan sebuah rencana perubahan;
f.        Memperkuat perubahan. 
Demikian juga perubahan terhadap keorganisasian dapat dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut :
a.       Perubahan terus menerus (Preventive maintenance atau Kaizen). Perubahan ini berisiko kecil, kurang intensif dan umum dilakukan.
b.      Adaptasi. Perubahan ini bersifat inkremental, baik pada masalah eksternal dan tekanan yang dihadapi organisasi.
c.       Reorientasi. Perubahan ini bersifat antisipatoris (investasi) dan dengan ruang lingkup strategi (fokus)
d.      Rekreasi. Perubahan ini bersifat intensif dan penuh risiko  
          
B.     SUMBER-SUMBER DORONGAN UNTUK PERUBAHAN
Banyak sumber atau pertimbangan yang menjadi landasan suatu organisasi untuk melakukan perubahan, baik itu dari dalam lingkungan organisasi itu sendiri maupun dari luar lingkungan organisasi itu.

Lingkungan
Perubahan organisasi seringkali dirangsang oleh perubahan lingkungannya. Lingkungan umum organisasi dalam masyarakat meliputi faktor-faktor teknologi, ekonomi, hukum, politik, kependudukan, ekologi, dan kebudayaan. Perubahan disini tampaknya akan semakin pesat. Dalam lingkungan umum, masing-masing organisasi memiliki rangkaian tugas yang jelas yang berfungsi dalam menentukan keputusan. Banyak sekali perusahaan yang melakukan perubahan oleh karena desakan dari lingkungannya, baik itu perubahan dari segi organisasi, produk, sistem dan lainnya.

Sasaran dan Nilai
Dorongan lain untuk melakukan perubahan berasal dari perubahan dari sasaran organisasi. Perubahan apa yang dianggap baik dan benar (nilai) juga penting, karena menyebabkan perubahan sasaran. Atau jika sasaran tetap konstan, perubahan nilai dapat menimbulkan perubahan dalam perilaku yang dianggap sesuai. Melaksanakan perubahan dengan menilai kembali perbandingan nilai-nilai dari berbagai pekerjaan akan sangat berpengaruh terhadap organisasi kerja. Dimana segala sesuatu harus ditanggapi berdasarkan nilai-nilai yang ada.

Teknik
Sistem teknik jelas merupakan suatu sumber perubahan organisasi. Contoh yang dramatis adalah metode-metode baru untuk mengolah material dan atau informasi. Mekanisasi, otomatisasi dan komputerisasi berpengaruh luas dalam organisasi. Perubahan teknik ini meliputi bentuk/fungsi suatu produk atau desain produk maupun jasa-jasa, disamping proses transformasi yang dipakai oleh organisasi tersebut. Peramalan teknologi telah semakin mendapat perhatian sebagai usaha organisasi untuk menghadapi lingkungan yang tidak pasti dan dinamis.

Stuktur
Sumber lain yang  menjadi dorongan dalam perubahan organisasi ini adalah sub-sistem struktur. Perubahan-perubahan ini jelas berkaitan dengan perubahan-perubahan dalam berbagai subsistem lainnya. Organisasi besar seringkali memakai perubahan struktur untuk mengurangi besarnya unit operasi dan mengatasi kecenderungan birokratis. Perubahan demikian dapat berpengaruh luas dan lama.
Perubahan struktur suatu organisasi biasanya menimbulkan banyak penyesuaian dalam seluruh sistem. Perubahan internal panitia, satuan tugas, format organisasi, dan manajemen program, memberikan dorongan untuk melakukan perubahan dalam organisasi secara keseluruhan.

Psiko-sosial
Faktor lain yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi berasal atau datang dari sistem psikososial. Yang menjadi fakta adalah sukses tidaknya suatu organisasi itu tergantung dari bagaimana perilaku atau usaha manusia dalam melakukan tugasnya dalam mencapai suatu tujuan. Sejauh mana kemampuan yang ada dalam diri seorang manusia itu dapat ditunjukkan, seringkali menjadi faktor yang penting dalam mencapai sassaran organisasi.
Jadi perubahan moral dan motivasi individu atau kelompok itu besar pengaruhnya. Contoh yang seringkali membuat perilaku manusia berubah adalah seperti terjadinya pengurangan tenaga kerja, merger dan lainnya. Dinamika kelompok dapat meningkatkan atau menurunkan prestasi organisasi. Kemampuan manajemen memimpin dan mempengaruhi perilaku, juga merupakan faktor yang menentukan. Perubahan dalam setiap atau seluruh variable ini dapat menimbulkan perubahan yang nyata dalam prestasi organisasi.

Manajerial

Dalam kegiatan pengawasan dan perencanaan, peranan manajer adalah mempertahankan keseimbangan dianamis antara kebutuhan dan stabilitas dan kontinuitas organisasi dengan kebutuhan akan adaptasi dan innovasi.
Dalam banyak organisasi, manajer menghadapi pesatnya perubahan, baik dalam supra-sistem lingkungan luar maupun dalam subsistem-subsistem organisasi internal yang mempengaruhi proses manajerial. Jadi, kalau menurut pandangan kontingensi perlu membuat pilihan strategis akan suatu perubahan yang akan dibuat oleh seorang manajer atau pihak manajemen yang dapat menanggapi kebutuhan spesifik dalam keadaan tertentu.
Konsultan
Dorongan kuat untuk perubahan organisasi juga datang dari para konsultan. Banyak surat pos, majalah niaga, atau iklan publikasi dagang, membawa pesan bahwa organisasi membutuhkan bantuan untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dibutuhkan. Adakalanya konsultan digambarkan sebagai jawaban atas yang mencari pertanyaan atau pemecahan yang mencari persoalan. Jadi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berkembangnya organisasi bisa dikonsultasikan kepada konsultan perusahaan.

C.      PERUBAHAN BERENCANA, DIMENSI, PROSES, DAN FOKUS
Konsep perubahan berencana ini mengasumsikan bahwa manajer itu tertarik dengan perbaikan organisasi. Mereka selalu mengasumsikan bahwa selalu ada kesempatan yang lebih baik. Karena dalam benak mereka selalu ada pertanyaan tentang “ Bagaimana organisasi ini dapat lebih efektif , lebih efisien, dan menjadi tempat yang lebih memuaskan untuk bekerja?”.
Jika organisasi dapat membedakan atau mengidentifikasi perbedaan antara dimana ia berada sekarang dan kemana ia hendak menuju atas dasar suatu dimensi, maka ia dapat melaksanakan proses perubahan berencana-perbaikan organisasi.









Dimensi Perubahan Berencana
Bidang Masalah
Pusat Perhatian
Stretegi Perbaikan
Tugas / Teknologi
Orang
Latihan / Pendidikan
Wewenang /Tanggung Jawab
Peranan
Desain Pekerjaan
Komunikasi
Regu/Kelompok
Perubahan perilaku organisasi
Interaksi / Pengaruh Kepemimpinan
Antar Kelompok
Pembinaan Regu
Pemecahan Masalah / Pengambilan Keputusan
Organisasi
Penyelesaian konflik antar kelompok
Penetapan Sasaran/Perencanaan

Umpan Balik
Pengawasan

Mutu Kehidupan Kerja
Konflik/Kerjasama

Lingkungan Mutu
Definisi Peranan/Harapan Bersama

Perubahan Kebudayaan